MAKALAH PROSES TERJADINYA ALAM SEMESTA

00.59
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi sebagainya lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah satu ruang yang maha besar, terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik.
Manusia sebagai makhluk yang terdiri atas berbagai macam pola dan bentuk tetapi diantara makhluk tersebut. Tuhan menciptakan bermacam-macam makhluk tetapi yang paling istimewa dan sempurna yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, agar manusia dapat membedakan baik atau buruknya sesuatu.

B. Rumusan Masalah
Makalah tentang proses terjadinya alam semesta dan asalmula kejadian manusia. Mencakup beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut :
1. Proses kejadian alam ?
2. Lamanya penciptaan alam ?
3. Asal mula kehidupan ?
4. Asal mula kejadian manusia ?
C. Sistematika Penulisan
Karya tulis ini terdiri dari tiga Bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan yang memuat latar belakang, rumusan masalah, dan sistematika penulisan.
Bab II : Pembahasan berisikan tentang proses kejadian alam
: Bersikan tentang asal mula kejadian manusia.
Bab III : Penutup yang terdiri dari kesimpulan
BAB II
PEMBAHASAN
PROSES TERJADINYA ALAM SEMESTA
A. Proses Terjadinya Alam Semesta
Menelaah isi Al-Qur’an yang menerangkan kejadian alam semesta. (Yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan menggulungnya.
Artinya : Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya … (Q.S. Al-Anbiya : 30)
1. Penciptaan Alam
Secara umum alam semesta itu disebut langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada diantara keduanya, semua sarjana kosmolog dari berbagai aliran dan teori sepakat bahwa kejadian alam semesta melalui proses yang panjang. Seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an Surah Fushilat ayat 11 :
Artinya : Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (Q.S. Fushilat : 11)
Pada mulanya langit berupa asap, dengan demikian tidak mustahil apabila bumi dahulunya berasal dari asap atau gas. Beberapa masa langit yang masih berupa asap hingga menjadi benda langit yang sempurna untuk keseluruhan alam semesta dijadikan dalam enam masa, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an surah Qaf Ayat 38 :
Artinya : Dan Sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. (Q.S.Qaf : 38)
Dan terdapat pula juga dalam surat As-Sajadah Ayat 4 :
2. Lamanya Penciptaan Alam Semesta
Tidak ada yang dapat memastikan masa lamanya penciptaan alam semesta. Dalam Al-Qur’an menerangkan enam masa pemprosesan sempurna. Firman Allah SWT :
Artinya : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Yunus : 3)
Ayat ini menjelaskan bahwa alam semesta secara keseluruhan diciptakan dalam enam masa, langit dan bumi tercipta dalam enam masa termasuk apa-apa yang ada diantara keduanya, sebab tanpa itu bumi ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
B. Asal Mula Kehidupan
Dari sempurnanya penciptaan alam semesta dan isinya itulah asal mula kehidupan dimuka bumi.
1. Asal mula kejadian manusia
Manusia adalah termasuk bagian dari alam, namun disamping secara jasmaniah tunduk kepada hukum Tuhan, Sunatullah, dapat juga tidak tunduk kepada-Nya atau membangkang. Hal ini karena manusia diberikan daya untuk memilih antara patuh dan tidak.
Oleh sebab itu manusia akan dimintakan pertanggungjawaban diakhirat, sedang makhluk lainnya tidak. Firman Allah SWT dalam Surah Ahad Ayat 71 :
Artinya : (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah”. (Q.S.Shaad : 71)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia terdiri dari berbagai macam organ dan sifat yang sangat kompleks tetapi semuanya itu dapat dikaji dan dikupas secara mendalam oleh para ilmuan dan ditegaskan kebenarannya oleh Al-Qur’an yang defininya itu tepat. Manusia terjadi atas bermacam-macam unsur yaitu : Tanah, air, ruh yang semuanya berasal dari alam.
B. Saran-Saran
Sebaiknya kita harus menjaga kelestarian alam semesta yang diciptakan oleh sang Khaliq.
DAFTAR PUSTAKA
1. Mustafa KS (1982)
2. Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. Jakarta
3. Dr. Swardi. Buku : Petunjuk geologi SMA Kurikulum 1994. Penerbit Balai Pustaka
Previous
Next Post »
0 Komentar