KLIK DISINI...!

makalah kerajaan mughol diindia

21.34 1 Comment
Puji syukur kehadirat ilahi rabbi, atas hidayah dan karunia_Nya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “kerajaan mughal di India” bias terseleseikan dan tersusun, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat beliau.

Dalam penyusunan makalah ini penulis sangat menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena masiah banyaknya kekurangan dalam makalah ini oleh karena itupenulis mohon dan mengharapkan kritik dan sarannya demi kesempurnaan dan perbaikan dimasa yang akan dating.







penyusun









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
A. latar belakang masalah…………………………………………………
B. Tujuan penulisan………………………………………………………
C. Rumusan masalah……………………………………………………
D. Metode penulisan………………………………………………………
BAB II KERAJAAN MUGHAL DI INDIA
A. pertumbuhan dan perkembangn pemerintahan mughal……………
B. perkembangan mughal dibidang pendidikan dan lainnya……………
C. kemajuan dan runtuhnya kerajaan mughal di India…………………

BAB III PENUTUP.
A. kesimpulan ………………………………………………………………
B. saran……………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..










BAB I
PENDAHULUAN
A. latar belakang masalah

Serbuan mongol ke Baghdad pada awal abad ke-13 mengakhiri kekuasaan abasiyyah sekaligus kemunduran politik islam secara drastis’ akibatnya wilayah islam terpecah menjadi negara-negara kecil dibawah pimpinan sultan. Seperti kerajaan ilkhan, kerajaan timuriyyah dan kerajaan mamalik. Kondisi politik islam berkenbang kembali setelah terbentuknya tiga kerajaan besar islam yaitu kerajaan safawi, usmani, dan kerajaan mughal.

erajaan mughal didirikan oleh zahiruddin babur (1482-1530 M) ayahnya bernama umar mirza adalah penguasa ferghana, sepeninggal ayahnya babur mewarisi tahta pada usia 11 tahun, babur berkeinginan menguasai samarkand yang merupakan kota terpenting diasia tengah. Pada waktu itu, pada wal usahanya babur mengalami kegagalan namun atas bantuan raja safawi ismail I tahun 1449 M babur berhasil menklukan samarkand dan pada tahun 1504 M ia menaklukan kabulibu kota Afghanistan.

Babur memperluas wilayah kekuaasannya dan menguasai Punjab tahun 1525 m dan Delhi (1526 M) yang pada saat itu dikuasai oleh ibrahim todi. Dan memerintah selama 30 tahun dengan meninggalkan kejayaan yang cemerlang, pemerintah selanjutnya dipegang oleh anaknya

B. Rumusan Masalah

Jika dilihat dari latar belakang masalah tersebut maka dapatlah di rumuskan masalah sebagai berikut:
1. bagaimana kerajaan mughal berdiri dan berkembang
2. bagaimana strategi zahirudin babur dalam membangun kerajaan mughal di India
3. bagaimana regenerasi kerajaan mughal setelah wafatnya zahirudin babur

C. Tujuan Penulisan
1. memenuhi tugas terstruktur dari mata kuliah sejarah peradaban islam
2. mengetahui sejarah berdirinya kerajaan mughal di India
3. menambah ilmu pengetahuan dan menambah wawasan

D. metode penelitian
Meode penulisan dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan.
























BAB II
PEMBAHASAN

A. pertumbuhan dan perkembangan pemerintahan mughal

Kerajaan mughal di India adalah lanjutan dari mughalia di Persia. Pada masa itu cucu timur lenk zahirudin babur berusaha menghindari pertempuran dengan turki usmani dan membangun kerajaan mughal di Afghanistan. Sekitar tahun 1526 M kerajaan mughal pindah ke delhi.

Kerajaan mughal di India didirikan oleh zahirudin babur (1482-1530 M) orang tua babur umar mirza mewariskan kekuasaannya sejak babur berusia 11 tahun, sejak kecil ia berkeinginan menghidupkan kembali kerajaan mughal, usaha itu diawali dari saarkand, karena samarkand merupakan salah satu kota penting di asia tengah.

Pada tahun 1504 Mzahirudin babur dapat menaklukan Kabul, ibu kota Afghanistan, setelah penaklukan Kabul ekspansi dilanjutkan kewilayah India yang saat itu dalam keadaan tidak stabil dan dipimpin oleh seorang raja bernama ibrahim lodi.

Gabungan pasukan alamkhan, paman ibrahim lodi dan daulat khan, gubernur Lahore, mengirim utusan ke Kabul untuk meminta bantuan babur agar membantu pasukannya dalam menjatuhkan pemerintahan ibrahim lodi. Permintaan bantuan tersebut langsung diterima dengan mengirimkan bantuan pasukan untuk menjatuhkan pasukan lodi. Pada tahun 1526 M, babur melanjutkan ekspansinya kewilayah delhi dan pada tahun tersebut delhi dapat dikuasai, setelah penguasaan delhi mulailah berdiri kerajaan mughal di India. Setelah mughal berdiri di India, raja-raja hindia di India bersatu melawan babur, namun mereka dengan mudah dapat dikalahkan setelah berkuasa selama 30 tahun.

Babur wafat pada tahun 1530 M dalam usia 48 tahun dan digantikan dengan anaknya bernama humayun, pada masa pemerintahan humayun (1530-1539 M) mighal banyak mendapatkan perlawanan, akhirnya ia mengundurkan diri dan mengasingkan diri ke India selama 15 tahun, sebelumnya beliau sempat melawan dan memadamkan pemberontakan yang dipimpin oleh bahadur dyah, penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari delhi, humayun kembali ke delhi pada tahun 1556 dan setahun kemudian dia wafat.

Humayun digantikan anaknya bernaa syah jehan atau syah johan yang masih berusia 14 tahun dan diberi gelar sultan akbar, karena usianya yang relative muda, untuk mengendalikan negara diserahkan kepada biram kahn seorang tokoh beraliran syi’ah. Kekuasaan itu kembali ia pegang setelah dewasa. Sultan akbar dikenal dengan kebijakan politik bernam sulakhul (toleransi universal) yang memandang semua rakyat India sama, tidak dibedakan atas etnis dan agama.

Kemajuan yang dicapai akbar dipertahankan oleh tiga sultan berikutnay, yaitu: jehangir (1605-1628 M) syah (1628-1658 M) dan aurangzab (1658-1707 M) tiga sultan penerus akbar ini terhitung raja-raja besar dan kuat.

E. perkembangan mughal dibidang ilmu pengetahuan dan lainnya

Pada masa pemerintahan sultan akbar, mughal memiliki politik yang stabil, maju dibidang pertanian, pertambangan dan perdagangan. Mughal memiliki system pertanian antara pemerintah dan petani yang mengolah. Mughal di India terkenal penghasil biji-bijian. Hasil pertanian sebagian di ekspor ke eropa, afriaka, jazirah arab, dan asia tenggara.

Mughal juaga berhasil mengembangkan industri tekstil. Unyuk meningkatkan produksi jehangir mengizinkan inggris (1661 M) dan belanda (1617 M) mendirikan pengolahan hasil pertanian di surat.

Bidang seni dan budaya juga berkembang, karya seni yang menonjol adalah karya sastra penyair istana, bahasa yang dipakai adalah bahasa Persia dan India. Penyair yang terkenal adalah malik Muhammad jayazi seorang sastrawan yang sekaligus seorang sufi, salah satu karya besarnya adalah padmauat. Pada masa pemerintahan aurangzab, lahir seorang sejarawan bernama abu fald dengan karyanya “akbar nama dan ami akbari” karya ini merupakan sejarah mughal serta figure para pemimpinnya.

Pada masa pemerintahan akbar dibangun istana fatpur sikri, vilia, dan mesjid berlapis mutiara. Salah satu banguanan monumental yang dibangun syah jehan (sultan akbar) adalah tajamahl di aqra delhi, ini merupakan kompleks makam istrinya bernama muntazmahal.

F. kemunduran dan runtuhnya kerajaan mughal

Setelah satu setengah abad dinasti mughal berada dipuncak kejayaannya para pelanjut aurangzeb tidak sanggup mempertahankan kebesarannya yang telah dibina oleh sultan-sultan sebelumnya, pada abad ke-18 M kerajaan ini memasuki masa-masa kemunduran, hal ini disebabkan oleh beberapa factor diantaranya:
• terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehungga operasi militer inggris diwilayah pantai tidak segera dipantau oleh kekuatan maritime mughal. Begitu juga kekuatan pasukan darat, bahkan mereka kurang terampil dalam mengoperasikan persenjataan buatan mughal sendiri.
• Kemerosotan moral dan hidup mewah dikalangn elit politik yang mengakibatkan pemerosotan dalam penggunaan uang negara.
• Pendekatan aurangzeb yang terlampau kasar dalam melaksanakan ide-ide puritsan dan kecenderungan asketisnya sehingga konflik antar agama sangat sukar diatasi oleh sultan-sultan sesudahnya.
• Semua pewaris tahta kerajaan pada paruh terakhir adalah orang-orang lemah dalam bidang kepemimpinan.





BAB III
PENUTUP

A. kesimpulan

Kerajaan mughal di India berdiri seperenpat abad setelah berdirinya kerajaan safawi dan merupakan kerajaan besar islam tersebut.

Kerajaan mughal di India adalah lanjutan kerajaan darimughalia di Persia pada masa itu, zahruddi babur sebagai pendiri kerajaan mughal berusaha menghindari pertempuran dengan turki usmani dan membangun kerajaan mughal di Afghanistan, yang kemudian dipindahkan ke delhi. Selama 30 tahun babur memerintah dengan meninggalkan kejayaan yang cemerlang. Bagi kerajaan mughal, sebelum akhirnya beliau wafat dalam usia 40 tahun. Yang kemudian dilanjutkan oleh generasi beliau secara turun temurun mempertahankan pemerintahan dan berhasil mengukir kejayaan dan kemajuan pada masanya, sebelum akhirnya mengalami kehancuran pula karena beberapa fakro, salah satuntya adalah pewaris tahta pada paruh terakhir tidak sehebat dan setangguh pada pemimpinan sebelumnya. Sehingga kemunduran dan kehancuran tidak bias dihindari.

B. saran

Adapun saran yang dapat disampaikan yaitu, sejarah merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan yang bias dijadikan cerminan untuk kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Maka pelajari dan pahamilah sejarah sebagai suatu ilmu pengetahuan demi merekontruksi kehidupan yang lebih bermakna






DAFTAR PUSTAKA


Yatim,badri.2008.sejarah peradaban islam, Jakarta: rajawali pers
Hidayah,nurul.2003.sejarah kebudayaan islam. Bogor: CV regina
H. Darsono, T, ibrahim. 2003. tonggak sejarah kebudayaan islam. Bogor : PT tiga serangkai pustaka mandiri.

makalah tentant pengertian kualitatif dan kuantitatif

21.18 4 Comments
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebuah pendekatan atau metode ilmiah, baik ada atau tidak ada dalam penelitian. Tentu tidak terlepas dari kebaikan dan kelemahan, kerugian dan keuntungan. Untuk itu dibutuhkan sebuah pertimbangan yang lebih baik dan yang lebih tepat yang perlu di fahami dari masing-masing pendekatan. Setelah memahami berbagai jenis macam penelitian yang di tinjau dari beberapa aspek. Selanjutnya dalam makalah ini akan di paparkan sedikit penjelasan tentang jenis penelitian di tinjau dari pengukuran dan anlisis data penelitian yang penelitian kuantitatif dan kualitatif dan kemudian menjadi judul makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif serta cirri-cirinya?
2. Sebutkan perbedaan diantara keduanya?
3. Bagaimana langkah-langkah yang ti tempuh dalam proses penelitian tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Dan Cirri-Ciri Dari Penelitian Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
a) Kualitatif
Penelitian kualitatif di sebut juga dengan naturalistic inquiry atau inkuiri ilmiah. Penelitian kualitatif artinya prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Cirri-ciri penelitian kualitatif yaitu latar ilmiah (natural setting) manusia sebagai alat (insturmen) nalisis data secara induktif. Teori dasar (grounded theory) deskriftif. Desain yang berifat sementara dan hasil penelitian di rundingkan di sepakati bersama.
b) Kuantitatif
Dalam penelitin kuantitatif di gunakan istilah sciensific paradigm (paradigma ilmiah). Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan pengukuran tingkatan suatu cirri tertentu. Penelitian kuantitatif mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan presentase, rata-rataci kuadrat, dan perhitungan statistic lainnya. Dengan kata lain cirri penelitian kuantitatif adalah penelitian yang harus melibatkan diri pada perhitungan atau angka-angka. 1
B. Perbedaan Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
Untuk bisa menggali data dengan baik di perlukan strategi penelitian tertentu menurut model penelitiannya dari strategi inilah desain penelitian di susun dan untuk mengenali sebuah data yang kita butuhkan kecermatan dalam kerangka penelitian maka di antara cara yang di butuhkan adalah mencari klasifikasi, perbedaan atau cirri-ciri tertentu dalam data tersebut.2
Di dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif terdapat perbedan yang bersifat mendasar. Meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan. Berikut ini perbandingan singkat dan secara garis besar perbedaan dan persamaan keduanya .
No Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif
1 Kejelasan unsure : tujuan pendekatan subjek sumber data sudah mantap dan rinci sejak awal Kejelasan unsure : ubyek sample sumber data tidak mantap dan rinci masih fleksibel, dan perkembangnya sambil jalan (emergent)
2 Langkah penelitian : segala sesuatu di rencanakan sampai matang ketika persiapan di susun Langkah penelitian : baru di ketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
3 Dapat menggunakan sample dan hasil penelitiannya di berlakukan untuk populasi Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sample dengan kata lain dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi sample. Istilah yang di gunakan adalah setting. Hasil penelitiannya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
4 Hipotesis : (jika perlu)
a) Mengajukan hipotesis yang akan di gunakan dalam penelitian.
b) Hipotesis menentukan hasil yang di ramalkan .......... a priori Hipotesis :
a) Tidak menggunakan hipotesis sebelumnya. Tetapi dapat lahir selama peneletian berlangsung ............... tutatif hasil penelitian terbuka.
5 Desain : dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharpkan. Desain : desain penelitianya adalah flexsibel dengan langkah-langkah dan hasil yang dapat di pastikan sebelumnya.
6 Pengumpulan data : kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk di wakilkan. Pengumpulan data : kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
7 Analisis data : dilakukan sesudah data terkumpul. Analis data : dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
Data tersebut sekedar pengantar dan gambaran tentang dua jenis penelitian tersebut. 3
C. Langkah-langkah penelitian
Setelah di ketahui perbedaan masing-masing peneletian selanjunya mencari strategi penelitian sebagai landasan penyusunan peneletian. Terdapat beberapa macam setrategi dan secara global di bagi menjadi dua macam, yakni paradigma ilmiah dan paradigma alamiah.
a) Paradigma ilmiah
• Deskriftif desain deskriftif
• Kausal desain kausal
• Komparatif desain komparatif
b) Paradigma alamiah
• Historical method desain histories
• Biographical method desain biography
• Fenomenologi desai fenomologi dst.
Kemudian menyusun kerangka rancangan penelitian, berikut untuk masing-masing kerangkah rancangan langkah-lankha penelitian :
1) Memilih masalah
2) Studi pendahuluan
3) Merumuskan masalah
4) Merumuskan anggapan dasar
5) Merumuskan hipotesis
6) Memilih pendekatan
7) Menentukan variable dan sumber tertentu
8) Mengunpulkan data
9) Analisis data
10) Menarik kesimpulan
11) Menulis laporan
Secara umum format atau sistematika hasil penelitian berbeda-beda tergantung kebutuhan dan sistematika yang dibuat.
Selanjutnya di bawah ini, contoh secara umum tentang rancangan penelitian kualitatif dan kuantitatif.
• Kerangka penelitian Kuantitatif
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pendahuluan
D. Hipotesis Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Kesesuaian Paradigma Teori Subsatif
G. Kajian Pustaka (Hasil Penelitian Terdahulu)
H. Definisi Konsep / Istilah Operasional
I. ................... dst.
II. KAJIAN TEORI
A. ..............
B. ...............
C. .............
D. ............... dst
C. Sewaktu ada dilapangan
D. Sedudah kegiatan lapangan
E. Mengakhiri dan menutup kegiatan
III. METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi Dan Sampel
C. Instrumen Pengumpulan Data
D. Prosedur Pengumpulan Data
E. Pelaksanaan Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Lokasi Penelitian
H. ......................dst
• Kerangka Penelitian Kualitatif
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Alasan Penelitian Masalah
C. Perumusan Masalah
D. Pembatasan Studi atau Fokus Penelitian
E. Kegunaan Hasil Penelitian
II. KAJIAN TEORI
A. Kepustakaan yang berkaitan
B. Kesesuaian dengan paradigma dan teori subtatif
C. Kajian terdahulu
D. Perspektif teori yang digunakan
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskripsi latar, sumber data, sarana kajian dan entri
B. Tahap-tahap penelitian
C. Teknik penelitian
D. Pengumpulan data dan pencatatan data
E. Teknik analisis danpenafsiran data
IV. LOGISTIK PENELITIAN
A. Secara Keseluruhan
B. Sebelum terjun ke lapangan
C. Sewaktu berada di lapangan
D. Sesudah kegiatan lapangan
E. Mengakhiri dan mengaplikasikan
V. PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
A. Perpanjangan Keikut Sertaan
B. Ketentuan Pengamatan
C. Triagulasi
D. Pemeriksaan Sejawat
E. Kecukupan Infenensial
F. Pergerakan Anggota
G. Uraian Tebal
H. Auditing
Meskipun demikian tidak semua poin di atas dipakai secara keseluruhan tergantung kebutuhan masing-masing.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data secara deskriftif berupa kata tertulis. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan angka-angka yang di dasarkan presentasi keduanya memiliki persamaan meskipun juga memiiki perbedaan dan dalam langkah-langkah struktur rancangan di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan.
B. Saran
Layaknya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan, tentunya di dalam makalah yang kami buat memiliki banyak kekurangan pula. Oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan demi membantu kemajuan secara menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA
Ari Kamto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Adi Maha Satya.
Kasriman, Moh. 2008. Metodologi Penelitian. Malang : Malang Press.
Yahya, Islachuddin. 2007. Tehnik Penlisan Karangan Ilmiah. Surabaya : Surya Jaya Raya.

makalah perencanaan pengajaran " pengertian sistem dan pendekatan sistem serta aplikasi pendekatan sistem dalam pengajaran"

21.15 Add Comment
Bab I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Hidup dan segala sesuatu di sekitar kita merupakan gabungan dari sistem (dalam bahasa inggeris system) dan sub-sistem. Seorang manusia adalah suatu sistem. Kehidupan manusia di dalam suatu keluarga adalah satu sistem. Rumah, kereta, tren, sekolah, organisasi, desa, kampus, perkumpulan pemain bola, kedai, pejabat, kerajaan, negara, dunia, universe dan lain-lain adalah sistem-sistem. Sistem-sistem lain adalah pernikahan, khidmad masyarakat, bumi, langit dan sebagainya.Apa sesungguhnya sistem itu? Dalam cakupan pengertian sistem termuat adanya berbagai komponen (unsur), berbagai aktiviti (menunjuk fungsi dari setiap komponen), adanya saling hubungan serta ketergantungan antar komponen, adanya perpaduan (kesatuan organis = integrasi) antar komponen, adanya keluasan sistem (ada kawasan di dalam sistem dan di luar sistem), dan gerak dinamis semua fungsi dari semua kompo¬nen tersebut mengarah (berorientasi = berkiblat) kepada pencapaian tuju¬an/matlamat sistem yang telah ditetapkan lebih dahulu. Bertolak dari identifikasi sistem tersebut.
Banyak sekolah yang berjalan tanpa adanya sistem yang baik. Semua komponen tidak terkoordinasi dengan baik. Akibatnya banyak dari komponen itu tidak bejalan efektif dan efisien.
Padahal pengajaran berkaitan dengan hal bagaimana guru mengajar serta bagaimana siswa belajar. Proses pembelajaran ini merupakan suatu kegiatan yang disadari dan rencananya mencakup tiga hal; yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Pengajaran dilakukan dalam waktu yang bekala, baik waktu untuk jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Program pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yangsudah dirumuskan dalam kurikulum. Dewasa ini konsep yang banyak mewarnai pengajaran disekolah dasar dan sekolah menengah di indonesia adalah konsep teknologi pendidikan. Khususnya pengajaran sebagai sistem. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas mulai dari konsep tentang sistem, dan pengajaran sebagai suatu sistem.

B. Pembatasan Masalah
Agar lebih fokus dan lebih evisien dalam pembahasan ini maka kami membatasi permasalahan ini menjadi beberapa sub pokok pembahasan yang meliputi: pengertian system dan pendekatan system serta aplikasi pendekatan system dalam pengajaran.
C. Perumusan Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan secara sepintas saya dapat menguraikan perumusan masalah sebagai berikut :
a. Apakah yang yang dimaksud system ?
b. Bagaimana pendekatan system itu?
c. Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran?

D. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian system
2. Untuk mengetahui Bagaimana pendekatan system
3. Untuk mengetahui Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran

E. Metodologi Penulisan
Dalam pembahasan perencanaan system pengajaran saya menggunakan metode analisis deskriftif dari sumber – sumber yang kami peroleh



F. Sistematika Penulisan

Makalah ini di buat 3 bab yang masing-masing bab di lengkapi sub – sub bab dengan sistematika sebagai berkut
Bab I : pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah,perumusan masalah,pembatasan masalah, tujuan penulisan/pembahasan,metode
penulisan dan sitematika penulisan
Bab II : Pembahasan yang menguraikan pengertian system dan pendekatan
system serta aplikasi pendekatan system dalam pengajaran.
Bab III : penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran.




















Bab II
Pembahasan

A. Pengertian system dan pendekatan system
1. Sistem ialah komposisi (susunan yang serasi) dari fungsi komponennya.
2. Sistem ialah rangkaian komponen yang saling berkaitan dan berfungsi ke arah tercapainya tujuan sistem yang telah ditetap¬kan lebih dahulu (Warijan, dkk., 1984: 1)
3. Sistem ialah pengkoordinasian (pengorganisasian) seluruh komponen serta kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan lebih dulu.
Pendekatan sistem dapat dihubungkan dengan analisis kondisi fisikal(misalnya: sistem tata surya, rakitan mesin), dapat dihubungkan dengan analisis biotis (misalnya: jaring-jaring ekologis, koordinasi tubuh manusia), dan dapat dihubungkan dengan analisis gejala sosial (misalnya: kehidupan ekonomis, gejala pendidikan, pola nilai hidup). Analisis sistem sosial relatif lebih rumit dibanding analisis sistem fisis dan sistem biotis; sistem sosial pada umumnya dan khususnya sistem pendidikan bersifat terbuka, yaitu suatu sistem yang mudah dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di luar sistemnya (rentan terhadap pengaruh luar), misalnya: sistem sekolah mudah dipengaruhi oleh situasi masyarakatnya (supra sistemnya). Karakter sistem pendidikan yang bersifat terbuka ini menuntut konsekuensi penyelenggaraan pendidikan sekolah yang kritis (dalam mawas diri) dan kreatif (dalam mencari alternatif pengembangan yang positif) secara berkesinambungan.

Ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, ialah:
1. Adanya tujuan:
Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem ialah pusat orientasi dalam suatu sistem.
2. Adanya komponen sistem (selain tujuan):
Jika suatu sistem itu ialah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) ialah komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di dalamnya ialah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki komponen-komponen sistem.
3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem:
Tubuh badan kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan¬nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia ber¬jalan secara sihat dan semestinya.
Pengajaran di sekolah merupakan suatu sis¬tem, maka setiap komponen yang mempunyai fungsi tertentu itu mesti menyumbang secara sepantasnya dalam rangka mencapai tujuan dan semua fungsi tersebut perlu dikoordinasikan secara bersepadu agar proses pengajaran berlangsung secara efektif dan cfisien.
Misalnya: fungsi komponen yang berstatus guru ialah pem¬bimbing belajar pelajar (pendorong motivasi belajar pelajar, peng¬arah, pengatur (organisator) situasi belajar pelajar, sebagai nara sumber (fasilitator), bertindak sebagai penyebar kebijakan, penilai hasil belajar pelajar, dsb.); jika guru cakap menjalankan fungsinya maka akan sangat membantu kelancaran serta keberhasilan belajar pelajar, dan sebaliknya.
4. Adanya interaksi antar komponen:
Antar sub-sistem atau komponen dalam suatu sistem terdapat saling hubungan, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan.
Sebagai contoh: seseorang itu barulah menjadi nyata sebagai pensyarah atau guru jika ada pelajar yang bersedia untuk dididiknya; pelajar yang responsif, kri¬tis, dan koordinatif banyak membantu guru dalam mengem¬bangkan kariernya.
Adanya transformasi dan sekaligus umpan balik:
Setiap sub-sistem atau komponen mempunyai fungsi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan fungsi sistem. Dalam sistem pengajaran yang berinti pada interaksi personal, peran dari komponen-komponen (selain guru dan pelajar) ialah untuk meningkatkan nilai inter¬aksi personal tersebut demi keberhasilan belajar pelajar. Transfor¬masi yang terjadi dalam interaksi guru-pelajar secara lebih teknis merupakan transaksi pesan-pesan (pemahaman -> penginte¬grasian -> pengembangan diri).

B. Pengertian pendekatan system
Menurut Hayanto,” pendekatan sistem adalah merupakan jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yan saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan atas kebutuhan tertentu.”
Dari berbagai pengertian yang didefinisikan oleh beberapa pakar pendidikan dapat di ambil kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
C. Aplikasi pendekatan system dalam pengajaran
Pendekatan sistem pengajaran PAI
Dalam undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi unyuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepaa tuhan yang maha esa,berahlakmulia, sehat ,berilmu, cakap, kreatif, mandiri ,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Menurut tafsir (2002), bagi umat islam dan khususnya dalam pendidikan islam, kompetensi iman dan taqwa serta memiliki akhlak mulia tersebut sudah lama disadari kepentinganya, dan sudah diimplementasikan dalam lembaga pendidikan islam. dalam pandanngan islam, peran kekholifahan manusia dapat direalisasikan melalui tiga hal yaitu:
1. Landasan yang kuat berupa iman dan takwa
2. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Akhlak mulia
Dari beberapa pendapat diatas, maka pendekatan sistem pengajaran PAI adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi , saling berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan generasi-generasi yang berwawasan luas beriman dan bertakwa serta memiliki akhlak yang mulia .
C. Manfaat pendekatan sistem dalam pengajaran
Merencanakan pembelajaran dengan menggunakan sistem memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
pertama, melalui pendekatan sistem ,arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas .
Kedua, pendekatan sistem menuntun guru pada kegiatan yang sistematis
Ketiga, pendsekatan sistem dapat merancang pembewlajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumberdaya yng tersedia .
Keempat, pendekatan sistem dapat memberikan umpan balik
D. Komponen sistem pengajaran
Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem maka didalamnya harus memilki komponen-komponen yang berproses hingga tujuan pembelajaran secara optimal.
Terdapat beberapa komponen sistem pengajaran yakni:
1. siswa
2. tujuan
3. kondisi
4. sumber-sumber belajar
5. hasil belajar
E. Aplikasi pendekatan sistem pembelajaran PAI
Gagne dan atwi suparman mengatakan bahwa sistem pengajaran adalah suatu peristiwa yang mempengaruhi siswa seingga terjadi proses belajar.
Menurut Oemar Hamalik, terdapat tiga ciri khas dalam sistem pengajaran yaitu:
a) rencana,penataan intensional orang, material dan prosedur yang merupakan unsur sistem pengajaran sesuai dengan rencana khusus
b) saling ketergantungan ,
c) tujuan
Aplikasi pendekatan sistem pembelajara PAI terdiri tiga bagian, memiliki ciri-ciri adanya perencanaan, saling ketergantungan dan tujuan yang hendak dicapai.
Dalam perencanaan itu terdapat beberapa komponen yang saling mempengaruhi, dan bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Sehingga dalam pendekatan sistem pembelajaran PAI, semua komponen memiliki makna dalam pencapaian sebuah tujuan. Arinya, pencapaian tujuan itu akan terhambat manakala ada beberapa komponen yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Sistem adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
2. Pendekatan sistem pengajaran PAI adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi , saling berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mewujudkan generasi-generasi yang berwawasan luas beriman dan bertakwa serta memiliki akhlak yang mulia
3. Manfaat pendekatan sistem, diantaranya:
a. Melalui pendekatan sistem ,arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas .
b. pendekatan sistem menuntun guru pada kegiatan yang sistematis
c. pendsekatan sistem dapat merancang pengajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumberdaya yang tersedia .
d. pendekatan sistem dapat memberikan umpan balik
4. Beberapa komponen sistem pengajaran yakni:
a. Siswa
b. Tujuan
c. Kondisi
d. Sumber-sumber belajar
e. Hasil belajar
4. Aplikasi pendekatan sistem pengajaran PAI terdiri tiga bagian, memiliki ciri-ciri adanya perencanaan, saling ketergantungan dan tujuan yang hendak dicapai.
B. Saran
Dari pemaparan diatas diharapkan para guru dan calon guru untuk benar-benar memahami dan mengimplemantasikan konsep-konsep tersebut dengan baik.akhirnya tiada gading yang tak retak, kami harapkan saran dan krtik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.









DAFTAR PUSTAKA
B.Uno, Hamzah.2009. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.